Sabtu, 10 Januari 2015

Menjelang ajal Nabi Muhammad SAW

Mengharukan ‘Detik Detik Rasulullah S.A.W
Menjelang Wafat’

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata
memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada
dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur’an. Barang siapa
mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama
masuk surga bersama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan
mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan
berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam- dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
“Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala nitu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.

Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat
dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar
seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya.

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku
sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada
Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”.
”Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah
menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian
wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah,dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah
malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa
Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di
atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

” Jibril, jelaskan apa hakku
nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah
terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan
Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi.
“Khabarkan kepadaku bagaimana nasib
umatku kelak?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman
kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

”Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat
pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh,
karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.“

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya.”Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum –
peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Alikembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii!” – “Umatku, umatku, umatku”

Dan,
berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi
sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad
wa’alaihi wasahbihi wasallim.

Betapa cintanya
Rasulullah kepada kita. Tidak Usah gelisah apabila dibenci
manusia kerana masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana tiada lagi yang mengasihmu.

Aamiin ya Rabbal Alamiin..

Sabtu, 27 Desember 2014

Tempat Wisata Yang Patut Dikunjungi

Tempat-tempat ini pernah aku kunjungi bersama keluarga

Telaga Warna
Pancasila (Lubang Buaya)
Jungeland
The jungle
Taman safari
TMII
Mekarsari
Taman Matahari
Monas
Ancol
Batu Qur'an
Ragunan
Kebun Raya Bogor
Pangandaran
Pamijahan
Situ Gintung
Pelabuhan Ratu
Kebun teh
Mesjid Kubah Emas
Pantai Carita
Rumah Pitung

Jangan lupa mengunjungi salah satunya ya 😄😃😊 Biar nambah wawasan kita😉

Sabtu, 15 November 2014

Lirik lagu Duriat Madinah - Doel Sumbang

Duriat Madinah

Waktu urang patepung deudeuh
Layung koneng mayungan masjid nabawi
Dikersakeun bada maghrib urang wanoh
Nu jadi saksina madinah al munnawaroh

Ku kersaning nu maha suci
Pa amprok di dina tawaf jeung sa’i
Teu ras pada mengtangtu kadi multajam
Mihareup duaan deukeut silih pikaheman

Duriat Ka ajeun jeung tanah suci
Duriat nu gumuruh dina ati
Duriat ka anjeun jeung tanah suci
Duriat nu ngaguruh dina ati

Reff: Rukun yamman hajar aswad
Hijir ismail jeung anjeun
Ngawakun rasa kasono moal bosen moal poho
Geuning aya ridho gusti
Ayeuna urang ngajadi
Hoyongna patilas deui jaga mun ibadah haji.

Selasa, 07 Oktober 2014

Sinopsis Novel "Hijabers In Love"

JATUH HATI ITU NGGAK SALAH, KARENA ARTINYA KAMU MASIH PUNYA HATI. ^_^

Annisa gadis remaja yang baru pertama kali jatuh cinta. Tapi ia jatuh cinta pada ketua ROHIS sekolah, Ananda namanya. Anak ROHIS yang tidak mengenal istilah pacaran. Annisa yang tomboi dan senang main basket tiba-tiba memutuskan berhijab dan ikut ROHIS demi Ananda.

Namun, Ananda seperti tak menyadari perhatian Annisa padanya. Pemuda itu malah bersikap lebih ramah pada Jelita, sahabat karib Annisa. Gadis berhijab yang pendiam, lembut, dan senang membaca. Dalam bayangan Annisa, gadis salihah seperti Jelita-lah yang akan disukai oleh Ananda.

Suatu hari, dari puisi buatan Jelita yang tak sengaja terbaca oleh Annisa, Annisa mendapati bahwa diam-diam Jelita juga mencintai Ananda. Annisa pun dilema, apakah ia harus menjaga persahabatannya dengan Jelita atau mengungkapkan perasaannya kepada Ananda?

Cinta remaja. Cinta gadis berhijab. Cinta yang tak bisa berharap apa-apa.

"KAMU HARUS BISA MENYATAKAN CINTAMU TANPA BERHARAP APA-APA. KARENA ITULAH YANG DILAKUKAN OLEH TUHAN SETIAP SAAT."

Kamis, 18 September 2014

Sinopsis Novel "Assalamualaikum Beijing"

Ajarkan aku mantra pemikat cinta
Ahei Dan Ashima,
Maka akan kutaklukan penghalang segala rupa agar sampai cintaku padanya.

Dewa dan Ra adalah busur dan anak panah. Keduanya memiliki bidikan yang sama, sebuah titik bernama istana cinta. Namun, arah angin mengubah Dewa. Sebagai busur, dia memilih sasarannya sendiri dan membiarkan anak panah melesat tanpa daya.

Sebagai laki-laki pengagum mitologi,  Zhongwen ibarat kesatria tanpa kuda. Sikapnya santun dan perangainya gagah, tapi langkahnya tak tentu arah. Dia berburu sampai negeri jauh untuk mencari Tuhan sekaligus menemukan Asma, anak panah yang sanggup meruntuhkan tembok besar yang membentengi hatinya.

Dan dimanakah Ra ketika dalam Kegamangan Asma menelurusi Tembok China, menjejakkan kaki di pemakaman prajurit terakota dan menjelajah dunia dongeng si cantik Ashima dari Yunnan?

Dua nama, satu cinta. Ra yang mencampakkan Dewa. Asma yang berjuang melupakan lelaki berahang kukuh yang diam - diam memujanya. Bersama, mereka mencoba menaklukkan takdir yang datang menyapa.

Penasaran?  Yuk berburu novel nya
ツ

Selasa, 16 September 2014

Contoh pemesanan hotel (Reservation) dalam bahasa inggris

Hai aku mau berbagi contoh pemesanan hotel dalam bahasa inggris :)
*Happy Reading*

Receptionist : Good Morning, Marcopolo Hotel. What can we help you?

Ny. Diana : Good Morning, my Ny.Diana from West Jakarta, I'd like to book two rooms for the next week.

Receptionist : Excuse me madam, could you mention your name and spell it?

Ny. Diana : Oh yes. My name is Diana sari, D-I-A-N-A S-A-R-I

Receptionist : Addres your miss ?

Ny.Diana : My adress at Jl. Soekarno - Hatta No. 76 West Jakarta

Receptionist : How day you will live here ?

Ny.Diana : I'll stay for three night. How much should I pay?

Receptionist : You simply pay the amount of Rp. 900.000 at price of Rp. 300.000 / night

Ny.Diana : Sorry, I wanted confirmation of the room I would use

Receptionist : You will wear no room space 17 with the existing facilities, in the room air conditioner, television, telephone, and WiFi.

Ny.Diana : Well i'll order 2 rooms for 3 nights.

Receptionist : Thank you my lady waiting for your arrival at Marcopolo Hotel, Good morning.

Ny.Diana : Thank You

Selasa, 04 Februari 2014

Cerita Humor Part II

Kisah bego seorang Imel Part II
(Ceritanya Imel udah mati)

Imel : Dik, setannya ngeri Dik!!!
Dika : HAH? Mana Mel?
Imel : I.. i. Itu... Dipojokan Dika. Ah Imel takut
Dika : itu Mel?
Imel : iya Dik... Duh bentuknya ngeri Dik, Imel belum pernah lihat yang begituan

Imel melihat sesosok yang misterius dan bentuknya oh... Sangat ngeri. Bentuk kayak gini belum pernah Imel jumpai selama Imel mati. Tubuh tinggi, rambut gondrong, tangan panjang banget tapi kecil menjulur kemana-mana dan jumlahnya lebih dari 2,
sangat enggak proporsional. Tapi sosok itu ada di pojokan yang gelap dan enggak terlihat wajahnya. Semakin bikin ngeri dan bikin bulu kuduk Imel nari-nari, bikin kutu di rambut loncat-loncat pakai skiping. Aaah, pokoknya ngeri!!!

Dika : lo gimana sih Mel, sesama setan masa takut?

Ucap Dika dengan 'mayah-mayahin' Imel

Dika : ... Udah, gue samperin aja

Dika pun mencoba mendekati makhluk itu. Dan Imel berharap semoga makhluk itu memakan Dika dan kemudian makhluk itu memakan dirinya sendiri. Dan Imel masih hidup di dalam kematiannya. hehe kemudian Dika pun semakin mendekati makhluk itu secara perlahan.. dan semakin mendekat. Dan saat yang seperti inilah adalah saat yang paling tepat untuk
memainkan piano dengan gaya-gaya horor atau bisa juga biola dengan suara yang dibuat menegangkan gitu, yang penting jangan memainkan seruling, yang ada malah ular-ular pada muncul dari persembunyiannya. ckckck

Imel : DIKA.. AWAS DIK!! SETANNYA PASTI JAHAT!!!

Imel berteriak sambil tutup mata. Dan tiba-tiba aja....

Dika : MEL!! SETAN DARI HONGKONG???

Haaa? Imel pun membuka mata, lampu telah berhasil menerangi sekitar setan itu. Sebilah papan dengan banyak kain pel yang menumpuk teronggok di pojokan. Tak ketinggalan, selang yang melilit-lilit menulur kemana-mana.

Imel : hehehe setannya serem Dik
Dika : dasar parnoan!!!

Sekian.. :)